Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA
<table style="border-collapse: collapse; width: 100%;" border="0"> <tbody> <tr> <td style="width: 25%;" valign="top"><img src="/public/site/images/stie-yai/jraa21.jpg"></td> <td style="width: 5%;" valign="top"> </td> <td style="width: 70%; text-align: justify;" valign="top"><strong><strong>Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing adalah jurnal bidang Akuntansi dan Auditing yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Y.A.I secara berkala.</strong></strong> <p><strong><em>Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing is a journal in Accounting and Auditing published by STIE Y.A.I Jakarta, Indonesia periodically.</em></strong></p> <br><br>P-ISSN : <a title="2356-2870" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1405571965&1&&" target="_blank" rel="noopener">2356-2870</a> <br><br>E-ISSN : <a title="2746-9956" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1549447978&1&&" target="_blank" rel="noopener">2746-9956</a> <br><br>DOI : <a href="https://doi.org/10.55963/jraa.v9i2">10.55963/jraa.v9i2</a></td> </tr> </tbody> </table>Sekolah Tingg Ilmu Ekonomi Y.A.I Jakarta - Indonesiaen-USJurnal Riset Akuntansi dan Auditing 2356-2870Implementation and Quality of Corporate Water Reporting Based on GRI 303:2018: A Scoping Review
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA/article/view/1028
<p><strong>Abstract </strong>- Global water scarcity and climate change urgently demand substantive corporate transparency in water management, yet the extent to which GRI 303:2018 has advanced this goal remains insufficiently mapped in the literature. This study aims to (1) map corporate water reporting patterns, (2) identify implementation challenges, and (3) examine how reporting quality has been operationalized in empirical studies following GRI 303:2018 adoption, using a scoping review approach Arksey & O'Malley framework and PRISMA-ScR covering 8 studies from 2019-2025. Findings reveal a consistent pattern of information asymmetry: companies aggressively disclose water withdrawal (GRI 303-3) while minimally reporting discharge and consumption in water-stressed areas (GRI 303-4/5), consistent with symbolic compliance predicted by legitimacy theory. Key challenges include definitional ambiguity around "water stress" and non-comparable reporting formats across companies, while quality measurement in the literature remains predominantly checklist-based and unable to detect substantive versus symbolic disclosure. This study contributes a unified conceptual map across three dimensions previously studied in isolation: reporting patterns, implementation challenges, and quality operationalization. Together, these dimensions are shown to share the same legitimacy logic, thereby informing more holistic reform agendas for corporate water accountability.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstrak </em></strong><em>- Kelangkaan air global dan perubahan iklim menuntut transparansi korporat yang substantif dalam pengelolaan air, namun sejauh mana GRI 303:2018 telah mewujudkan tujuan tersebut masih kurang terpetakan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan (1) memetakan pola pelaporan air korporat, (2) mengidentifikasi tantangan penerapan, dan (3) menelaah bagaimana kualitas pelaporan dioperasionalisasikan dalam studi empiris pasca-adopsi GRI 303:2018, menggunakan pendekatan </em>scoping review<em> berkerangka Arksey & O'Malley dan pedoman PRISMA-ScR atas 8 studi tahun 2019–2025. Temuan menunjukkan pola asimetri informasi yang konsisten: perusahaan agresif mengungkapkan pengambilan air (GRI 303-3) namun minim melaporkan debit limbah dan konsumsi di wilayah stres air (GRI 303-4/5), konsisten dengan kepatuhan simbolis yang diprediksi teori legitimasi. Tantangan utama meliputi ambiguitas definisi "stres air" dan format pelaporan yang tidak terbandingkan antar perusahaan, sementara pengukuran kualitas dalam literatur masih dominan berbasis daftar periksa dan tidak mampu membedakan pengungkapan substantif dari yang bersifat simbolis. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan peta konseptual terpadu atas tiga dimensi yang sebelumnya diteliti secara terpisah, yakni pola pelaporan, tantangan implementasi, dan operasionalisasi kualitas, yang menunjukkan bahwa ketiganya berakar pada logika legitimasi yang sama, sehingga menginformasikan agenda reformasi akuntabilitas air korporat yang lebih holistik.</em></p>Ratri Nur Alfianti
Copyright (c) 2026 Ratri Nur Alfianti
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA
2026-05-282026-05-2813111610.55963/jraa.v13i1.1028Determining ESG Performance: The Role of Audit Committees, Women on Boards, and Eco-Innovation
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA/article/view/1059
<p>This study aims to examine the influence of audit committees, women on boards, and eco-innovation on ESG performance. The sample consists of 442 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2019-2024, purposive sampling selected. Data were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with smartPLS. The results show that ESG performance is positively and significantly influenced by audit committees, women on boards, and eco-innovation. This study offers novelty by integrating corporate governance mechanisms and eco-innovation within a single analytical framework to explain the determinants of ESG performance in emerging markets such as Indonesia. This study provides theoretical contributions by strengthening the relevance of agency, stakeholder, and legitimacy theories in explaining governance mechanisms and eco-innovation participation in increasing transparency, accountability, and corporate desire. Practically, it serves as a reference for regulators and policymakers in Indonesia in formulating policies related to strengthening corporate governance, increasing women's representation in board direction, and encouraging eco-innovation practices to improve corporate ESG performance. This study has not considered the possibility of a two-way causal relationship (endogeneity), where companies with good ESG performance are potentially more attractive to have stronger governance structures, including effective audit committees and women on the board of directors.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong><em> - Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh komite audit, </em>women on boards<em>, dan </em>eco-innovation<em> terhadap kinerja ESG. Sampel terdiri dari 442 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2024 yang dipilih berdasarkan </em>purposive sampling<em>. Data dianalisis menggunakan </em>partial least squares structural equation modeling<em> (PLS-SEM) dengan </em>smartPLS<em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh komite audit, </em>women on board<em>, dan </em>eco-innovation<em>. Studi ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan mekanisme tata kelola perusahaan dan inovasi lingkungan dalam satu kerangka analitis untuk menjelaskan penentu kinerja ESG di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini memberikan kontribusi teoritis yaitu memperkuat relevansi teori agensi, pemangku kepentingan, dan legitimasi dalam menjelaskan mekanisme tata kelola dan inovasi lingkungan berpartisipasi dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keinginan perusahaan. Secara praktis, sebagai referensi bagi regulator dan pembuat kebijakan di Indonesia dalam merumuskan kebijakan terkait penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan representasi perempuan dalam arahan dewan, dan mendorong praktik inovasi ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja ESG perusahaan. Penelitian ini belum mempertimbangkan kemungkinan hubungan sebab-akibat dua arah (endogenitas), di mana perusahaan dengan kinerja ESG yang baik berpotensi lebih menarik untuk memiliki struktur tata kelola yang lebih kuat, termasuk komite audit yang efektif dan perempuan di dewan direksi.</em></p>Andreani HanjaniPuspita Dewi WulaningrumPrasetyonoBeta Pujangga Mukti
Copyright (c) 2026 Andreani Hanjani, Puspita Dewi Wulaningrum, Prasetyono, Beta Pujangga Mukti
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA
2026-07-142026-07-141311724Understanding Land and Building Tax Compliance Through Tax Knowledge, Taxpayer Income, and Government Trust
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA/article/view/1081
<p>This study examines the effects of tax knowledge, taxpayer income, and trust in government on taxpayer compliance in paying land and building tax (PBB). The population consisted of 41,375 land and building tax objects in Koja District, North Jakarta. Using incidental sampling and the Slovin formula, a sample of 100 respondents was obtained, resulting in 100 observations analyzed in this study. Data were analyzed using smartPLS 4.0. The novelty of this research lies in investigating the combined effects of tax knowledge, taxpayer income, and trust in government on land and building tax compliance within a specific regional context using the smartPLS approach. The results indicate that tax knowledge and taxpayer income have a positive and significant effect on taxpayer compliance, whereas trust in government has no significant effect. The findings imply that the Directorate General of Taxes should strengthen taxpayer education through seminars, direct outreach programs, and accessible online campaigns. Compliance strategies may also be tailored to taxpayers’ income levels through educational support and incentives for lower-income groups, as well as stronger law enforcement for higher-income groups. Overall, efforts to improve compliance should emphasize educational and technical approaches rather than relying solely on enhancing the government's public image.</p> <p> </p> <p><strong><em>Abstrak</em></strong><em> - Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan perpajakan, pendapatan wajib pajak, dan kepercayaan terhadap pemerintah terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Populasi penelitian terdiri atas 41.375 objek pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan </em>incidental sampling<em> dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 responden, dengan total 100 observasi yang dianalisis dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan menggunakan </em>smart<em>-PLS 4.0. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian secara simultan pengaruh pengetahuan perpajakan, pendapatan wajib pajak, dan kepercayaan terhadap pemerintah terhadap kepatuhan PBB dalam konteks wilayah tertentu dengan pendekatan </em>smart<em>-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan dan pendapatan wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan kepercayaan terhadap pemerintah tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Pajak perlu memperkuat edukasi perpajakan melalui seminar, sosialisasi langsung, dan kampanye daring yang mudah diakses. Strategi peningkatan kepatuhan juga dapat disesuaikan dengan tingkat pendapatan wajib pajak melalui edukasi dan insentif bagi kelompok berpendapatan rendah serta penguatan penegakan hukum bagi kelompok berpendapatan tinggi. Secara keseluruhan, peningkatan kepatuhan wajib pajak perlu lebih difokuskan pada pendekatan edukatif dan teknis dibandingkan hanya pada peningkatan citra pemerintah.</em></p>Monika BudimanMarini Anggie Putri SiregarAang SyahdinaMalik HidayatDhevia Pragatti
Copyright (c) 2026 Monika Budiman, Marini Anggie Putri Siregar, Aang Syahdina, Malik Hidayat, Dhevia Pragatti
https://journals.stie-yai.ac.id/index.php/JRAA
2026-07-242026-07-241312542